# KERANGKA ACUAN KEGIATAN

## WEBINAR NASIONAL

# Digital Health dalam Praktik Klinis: Implementasi Telemedicine, Rekam Medis Elektronik, dan AI Diagnostik untuk Tenaga Kesehatan

**NUSINDO TRAINING CENTER**
Lembaga Diklat Terakreditasi "A" Kemenkes RI
SK No.H.K.02.02/F/1360/2024
Jalan Karya Wisata No 17-18 Medan Johor
nusindotrainingcenter@gmail.com

---

## 1. Latar Belakang Kegiatan

Transformasi digital dalam sektor kesehatan Indonesia telah memasuki fase akselerasi yang ditandai dengan kebijakan Kemenkes RI melalui program Transformasi Sistem Kesehatan, termasuk digitalisasi layanan kesehatan primer, penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) wajib di seluruh fasilitas kesehatan, dan pengembangan platform telemedicine nasional. Regulasi terbaru mewajibkan fasilitas kesehatan untuk mengintegrasikan sistem informasi ke dalam ekosistem data kesehatan nasional (SATUSEHAT), sehingga kompetensi digital bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan dasar bagi setiap tenaga kesehatan.

Telemedicine telah menjadi modalitas pelayanan yang semakin diterima secara luas, terutama pasca pandemi COVID-19 yang membuktikan efektivitasnya dalam menjangkau pasien di daerah terpencil dan mengurangi beban fasilitas kesehatan. Namun, praktik telemedicine yang baik membutuhkan pemahaman tentang regulasi yang berlaku, batasan klinis konsultasi jarak jauh, etika profesi dalam setting digital, serta teknik anamnesis dan pemeriksaan virtual yang efektif. Klinisi yang tidak memahami standar ini berpotensi melakukan kesalahan klinis maupun pelanggaran etik yang merugikan pasien.

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam bidang diagnostik kesehatan turut mengubah lanskap praktik klinis secara fundamental. Algoritma AI kini telah digunakan untuk analisis gambaran radiologi, deteksi lesi dermatologi, interpretasi EKG, hingga prediksi risiko penyakit berbasis data multivariat. Bagi klinisi, memahami cara kerja, potensi, serta keterbatasan alat-alat AI ini menjadi penting agar dapat memanfaatkannya sebagai alat bantu yang tepat tanpa mengorbankan penilaian klinis yang komprehensif.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, webinar nasional Digital Health dalam Praktik Klinis dirancang untuk memberikan pemahaman praktis dan terkini kepada tenaga kesehatan tentang implementasi teknologi digital dalam pekerjaan sehari-hari. Materi mencakup regulasi, telemedicine best practice, penggunaan RME, hingga AI diagnostik—sehingga peserta dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan masing-masing.

---

## 2. Tujuan Kegiatan

### a. Tujuan Umum
Setelah mengikuti webinar ini, tenaga kesehatan mampu memahami dan mengimplementasikan konsep digital health secara komprehensif dalam praktik klinis sehari-hari, meliputi pemanfaatan telemedicine yang aman dan efektif, penggunaan rekam medis elektronik, serta pemanfaatan AI sebagai alat bantu diagnostik yang bertanggung jawab.

### b. Tujuan Khusus
1. Menjelaskan regulasi dan kebijakan Kemenkes RI terkait transformasi digital layanan kesehatan, termasuk kewajiban RME dan integrasi SATUSEHAT.
2. Meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam melaksanakan konsultasi telemedicine yang aman, efektif, dan sesuai standar etika profesi.
3. Memberikan pemahaman praktis tentang penggunaan Rekam Medis Elektronik dan sistem informasi rumah sakit dalam alur kerja klinis sehari-hari.
4. Memperbarui pengetahuan tenaga kesehatan tentang perkembangan AI diagnostik, termasuk cara evaluasi kualitas alat AI dan batas penggunaannya dalam pengambilan keputusan klinis.

---

## 3. Bentuk Kegiatan
Webinar

## 4. Cakupan Kegiatan
Nasional

## 5. Jenis Materi
Spesifik Keprofesian

## 6. Metode
Full Online

## 7. Sasaran Profesi Peserta

- **Sasaran Profesi Utama**: Kolegium Dokter
- **Sasaran Profesi Lainnya**:
  1. Perawat Vokasi
  2. Ners
  3. Bidan
  4. Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer
  5. Dokter Spesialis Penyakit Dalam
  6. Dokter Spesialis Anak
  7. Perekam Medis dan Informasi Kesehatan
  8. Tenaga Kesehatan Masyarakat

## 8. Target Peserta
1.000 peserta

## 9. Bentuk Kegiatan
Mandiri

## 10. Lembaga Kerjasama
( - )

## 11. Waktu dan Tempat Kegiatan
- **Hari/Tanggal**: Sabtu – Minggu, 19 – 20 Juli 2026
- **Waktu**: 09.00 WIB - Selesai
- **Tempat**: Zoom Meeting & Live Streaming Youtube

## 12. Biaya/Tarif Per Peserta
**Rp 75.000**
- Nama Bank: Bank Mandiri
- No. Rekening: 1050500123777
- Atas Nama: PT NUSINDO EDUKASI INDONESIA

## 13. Kontak / PIC
[Nomor HP] ([Nama PIC] — *dikonfirmasi*)

---

## 14. Jadwal Kegiatan

### Hari 1 — Sabtu, 19 Juli 2026

| No | Waktu | Durasi | Durasi (Jam) | Materi | Narasumber | JEP |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 08.00–08.30 | 30 menit | 0,5 jam | Registrasi Ulang dan Persiapan Kegiatan | Sesi Registrasi | — |
| 2 | 08.30–09.00 | 30 menit | 0,5 jam | Pembukaan Acara | MC | — |
| 3 | 09.00–10.30 | 90 menit | 1,5 jam | Materi 1: Regulasi Digital Health Indonesia: RME Wajib, SATUSEHAT, dan Kebijakan Telemedicine Terkini | *[Narasumber TBD]* | 1,5 |
| 4 | 10.30–11.00 | 30 menit | 0,5 jam | Diskusi Materi 1 | *[Narasumber TBD]* dan Moderator | 0,5 |
| 5 | 11.00–12.30 | 90 menit | 1,5 jam | Materi 2: Telemedicine Best Practice: Konsultasi Jarak Jauh yang Aman, Efektif, dan Sesuai Etika Profesi | *[Narasumber TBD]* | 1,5 |
| 6 | 12.30–13.00 | 30 menit | 0,5 jam | Diskusi Materi 2 | *[Narasumber TBD]* dan Moderator | 0,5 |
| 7 | 13.00–13.30 | 30 menit | 0,5 jam | Penutup | MC | — |

**Total JEP Hari 1: 4 JEP**

### Hari 2 — Minggu, 20 Juli 2026

| No | Waktu | Durasi | Durasi (Jam) | Materi | Narasumber | JEP |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 08.00–08.30 | 30 menit | 0,5 jam | Registrasi Ulang dan Persiapan Kegiatan | Sesi Registrasi | — |
| 2 | 08.30–09.00 | 30 menit | 0,5 jam | Pembukaan Acara | MC | — |
| 3 | 09.00–10.30 | 90 menit | 1,5 jam | Materi 3: Rekam Medis Elektronik (RME) dan SIMRS: Implementasi Praktis dalam Alur Kerja Klinis | *[Narasumber TBD]* | 1,5 |
| 4 | 10.30–11.00 | 30 menit | 0,5 jam | Diskusi Materi 3 | *[Narasumber TBD]* dan Moderator | 0,5 |
| 5 | 11.00–12.30 | 90 menit | 1,5 jam | Materi 4: AI dalam Diagnostik Klinis: Cara Kerja, Aplikasi Nyata, dan Batas Penggunaan bagi Klinisi | *[Narasumber TBD]* | 1,5 |
| 6 | 12.30–13.00 | 30 menit | 0,5 jam | Diskusi Materi 4 | *[Narasumber TBD]* dan Moderator | 0,5 |
| 7 | 13.00–14.00 | 60 menit | 1 jam | Assessment Materi | Moderator | 1 |
| 8 | 14.00–14.30 | 30 menit | 0,5 jam | Penutup | MC | — |

**Total JEP Hari 2: 5 JEP**
**Total Keseluruhan: 9 JEP**

---

## 15. Materi Pembelajaran

| No | Judul Materi | Deskripsi | Narasumber |
|---|---|---|---|
| 1 | Regulasi Digital Health Indonesia: RME Wajib, SATUSEHAT, dan Kebijakan Telemedicine Terkini | Materi ini memberikan gambaran komprehensif tentang kerangka regulasi transformasi digital kesehatan di Indonesia, termasuk Permenkes terkait RME wajib, arsitektur SATUSEHAT sebagai platform data kesehatan nasional, dan regulasi penyelenggaraan telemedicine. Peserta akan memahami kewajiban legal dan teknis yang harus dipenuhi fasilitas kesehatan serta implikasinya bagi praktik klinis sehari-hari. Pemahaman regulasi ini menjadi fondasi penting sebelum mengimplementasikan solusi digital di fasilitas kesehatan. | *[Narasumber TBD]* |
| 2 | Telemedicine Best Practice: Konsultasi Jarak Jauh yang Aman, Efektif, dan Sesuai Etika Profesi | Materi ini membahas standar pelayanan telemedicine yang baik, mencakup teknik anamnesis virtual, batasan klinis konsultasi jarak jauh, tata cara penerbitan resep elektronik, dan pengelolaan rekam medis digital. Aspek etika profesi dalam telemedicine—termasuk persetujuan digital, kerahasiaan data, dan batas kompetensi—dibahas secara menyeluruh mengikuti panduan IDI dan Kemenkes RI. Peserta juga akan mengenal platform telemedicine yang tersertifikasi dan cara memilih alat yang sesuai kebutuhan praktik. | *[Narasumber TBD]* |
| 3 | Rekam Medis Elektronik (RME) dan SIMRS: Implementasi Praktis dalam Alur Kerja Klinis | Materi ini menguraikan cara mengintegrasikan penggunaan RME ke dalam alur kerja klinis yang efisien, termasuk input data yang akurat, manfaat interoperabilitas data antar fasilitas, dan penggunaan fitur clinical decision support. Peserta akan memahami bagaimana data RME yang berkualitas dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan, audit klinis, dan pelaporan nasional. Tantangan umum dalam transisi dari rekam medis kertas ke digital juga dibahas beserta strategi praktis mengatasinya. | *[Narasumber TBD]* |
| 4 | AI dalam Diagnostik Klinis: Cara Kerja, Aplikasi Nyata, dan Batas Penggunaan bagi Klinisi | Materi ini menjelaskan konsep dasar AI dan machine learning yang relevan bagi klinisi, dengan fokus pada aplikasi nyata seperti analisis citra radiologi berbasis AI, deteksi lesi kulit, interpretasi EKG otomatis, dan prediksi risiko klinis. Peserta akan dibekali kemampuan untuk mengevaluasi kualitas dan validitas alat AI yang beredar di pasar, serta memahami kapan alat tersebut dapat dipercaya dan kapan penilaian klinis manusia tetap menjadi penentu utama. Diskusi tentang aspek etika, tanggung jawab hukum, dan bias algoritma turut disertakan. | *[Narasumber TBD]* |

---

## Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) pelaksanaan kegiatan Webinar Nasional Digital Health dalam Praktik Klinis disusun untuk dijadikan acuan dan dipedomani sebagaimana mestinya.

&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Medan, Juni 2026

&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;**NUSINDO TRAINING CENTER**

&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;**dr. Ahmad Ridwan**

&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Direktur
